1. Overlearning
Sabtu, 09 Juli 2011
Tips Untuk Meningkatkan Daya Ingat
1. Overlearning
Rabu, 10 November 2010
100 Tokoh Dunia Paling Berpengaruh Versi Michael H. Hart

MICHAEL H. HART adalah seorang keturunan Yahudi yang menuliskan buku berjudul “The 100“, pada tahun 1978. Buku tersebut memuat 100 tokoh yang memiliki pengaruh terkuat dalam sejarah manusia. Bukunya secara hangat diperdebatkan, konsep bukunya secara luas ditiru. Penting untuk dicatat bahwa Hart tidak memasukkan orang terbesar. Kriterianya ialah orang yang berpengaruh.
Buku ini dicetak kembali pada 1992 dengan beberapa revisi nyata terhadap daftar urutan 100 dan pangkat luar biasa mereka. Terutama di antara revisi itu ialah penurunan pangkat tokoh komunis seperti Lenin dan Joseph Stalin, dan pengenalan Mikhail Sergeyevich Gorbachev. Edisi ini juga memuat Edward de Vere menggantikan William Shakespeare. Hart menggantikan Niels Henrik David Bohr dan Antoine Henri Becquerel dengan Ernest Rutherford, juga membetulkan kesalahan dalam edisi pertama. Henry Ford juga dimasukkan di sini dari yang sekedar “Tokoh-tokoh Terhormat”, menggantikan Pablo Picasso. Akhirnya, urutan itu ditata kembali.
100 Tokoh menurut Michael H. Hart – Berdasarkan Peringkat dan Pengaruhnya
- Nabi Muhammad: Penyebar agama Islam, penguasa Arabia, mempunyai karir politik dan keagamaan yang luar biasa, namun tetap seimbang dan serasi, mengakibatkan Nabi Muhammad memiliki banyak pengikut, dan juga menjadi panutan seluruh masyarakat dunia hingga saat ini.
- Isaac Newton: Fisikawan, pencetus Teori Gravitasi umum, Hukum gerak
- Yesus / Nabi Isa: Isa Al Masih Kristen
- Siddhartha Gautama (Buddha): Pendiri agama Buddha
- Kong Hu Cu: Pendiri agama Kong Hu Cu
- Santo Paulus: Penyebar ajaran Kristen
- Ts’ai Lun: Penemu kertas
- Johann Gutenberg: Mengembangkan mesin cetak, mencetak Alkitab
- Christopher Columbus: Penjelajah, memimpin orang-orang Eropa ke Amerika
- Albert Einstein: Fisikawan, penemu Teori Relativitas
- Louis Pasteur: Ilmuwan, penemu Pasteurisasi
- Galileo Galilei: Astronom, secara akurat mengemukakan teori Heliosentris
- Aristoteles: Filsuf Yunani yang berpengaruh
- Euclides: Matematikawan, membuktikan tentang Geometri
- Nabi Musa: Nabi terbesar Yahudi
- Charles Robert Darwin: Biologis, mendeskripsikan teori Evolusi
- Kaisar Qin Shi Huang: Kaisar Tiongkok
- Augustus Caesar (Kaisar Agustus): Kaisar pertama [Kekaisaran Romawi]
- Nicolaus Copernicus: Astronom, salah satu tokoh Teori Heliosentris
- Antoine Laurent Lavoisier: Bapak Kimia modern, Filsuf dan Ekonom
- Constantine yang Agung: Kaisar Romawi yang menjadikan agama Kristen sebagai agama resmi negara
- James Watt: Mengembangkan Mesin uap
- Michael Faraday: Fisikawan, Kimiawan, menemukan Induksi Elektromagnetik
- James Clerk Maxwell: Fisikawan, penemu Spektrum Elektromagnetik
- Martin Luther: Pendiri agama Protestan dan aliran Lutheran
- George Washington: Presiden pertama Amerika Serikat
- Karl Heinrich Marx: Bapak Komunisme
- Orville Wright dan Wilbur Wright: Penemu Pesawat terbang
- Genghis Khan: Penakluk dari bangsa Mongol
- Adam Smith: Ekonom, pelopor Kapitalisme
- Edward de Vere, 17th Earl of Oxford: Kemungkinan menulis karya yang berkaitan dengan William Shakespeare
- John Dalton: Kimiawan, Fisikawan, penemu Teori Atom, Hukum Tekanan Parsial (Hukum Dalton)
- Alexander yang Agung / Iskandar Zulkarnain: Penakluk dari Makedonia
- Kaisar Napoleon Bonaparte: Penakluk dari bangsa Perancis
- Thomas Alva Edison: Penemu bola lampu dan Fonograf, dll.
- Antony van Leeuwenhoek: Ahli Mikroskop, mempelajari kehidupan mikroskopis
- William Thomas Green Morton: Pelopor Anestesiologi
- Guglielmo Marconi: Penemu Radio
- Adolf Hitler: Penakluk, memimpin Blok Poros dalam Perang Dunia II
- Plato: Filsuf Yunani
- Oliver Cromwell: Politikus Inggris dan pemimpin militer
- Alexander Graham Bell: Salah seorang penemu Telepon
- Alexander Fleming: Penemu Penisilin, memajukan Bakteriologi, Imunologi dan Kemoterapi
- John Locke: Filsuf dan Teolog liberal
- Ludwig van Beethove: Komponis musik klasik
- Werner Karl Heisenberg: Pencetus Prinsip Ketidakpastian
- Louis-Jacques-Mandé Daguerre: Penemu/pelopor Fotografi
- Simon Bolivar: Pahlawan nasional dari Venezuela, Kolombia, Ekuador, Peru, dan Bolivia
- René Descartes: Filsuf Rasionalis dan matematikawan
- Umar bin al-Khattab: Khalifah Ar-Rasyidin kedua, memperluas Daulah Khilafah Islamiyah. Penerus cita-cita Nabi Muhammad SAW.
- Paus Urbanus II: Penyeru Perang Salib
- Michelangelo Buonarroti: Pelukis, pematung, arsitek
- Asoka: Raja India yang masuk dan mengembangkan agama Buddha
- Santo Augustinus: Teolog Kristen awal
- William Harvey: Penemu sirkulasi darah
- Ernest Rutherford, 1st Baron Rutherford of Nelson: Fisikawan
- John Calvin: Tokoh Reformasi Gereja, pendiri Calvinisme
- Gregor Johann Mendel: Penemu teori genetika
- Max Karl Ernst Ludwig Planck: Fisikawan, mengemukakan Termodinamika
- Joseph Lister, 1st Baron Lister: Pelaku penemuan Antiseptik yang secara besar mengurangi kematian akibat pembedahan
- Nikolaus August Otto: Penemu mesin pembakaran 4 tak
- Francisco Pizarro: Penakluk dari bangsa Spanyol yang menaklukkan Kerajaan Inka di Amerika Selatan
- Hernando Cortes: Penakluk dari bangsa Spanyol yang menaklukkan Meksiko
- Thomas Jefferson: Presiden ketiga AS
- Ratu Isabella I: Penguasa Spanyol, penyokong Cristopher Colombus
- Joseph Stalin ([[Joseph Vissarionovich Dzugashvili]: Tokoh revolusioner dan penguasa Uni Soviet
- Julius Caesar: Penguasa Roma
- Raja William I sang Penakluk: Meletakkan pembangunan Inggris modern
- Sigmund Freud: Pendiri sekolah Freud untuk psikologi, ahli psikoanalisis
- Edward Jenner: Penemu vaksin cacar
- Wilhelm Conrad Roentgen: Penemu sinar X
- Johann Sebastian Bach: Komponis
- Lao Tzu: Pendiri Taoisme
- Voltaire: Penulis dan filsuf
- Johannes Kepler: Astronom penemu Hukum Kepler tentang pergerakan planet
- Enrico Fermi: Salah satu tokoh abad atom, Bapak Bom Atom
- Leonhard Euler: Fisikawan, matematikawan penemu Kalkulus Diferensial dan Integral serta Aljabar
- Jean-Jacques Rousseau: Filsuf dan pengarang Prancis
- Niccolò Machiavelli: Penulis Sang Pangeran (risalat politik yang berpengaruh)
- Thomas Robert Malthus: Ekonom penulis Esai Prinsip Populasi dalam Pengaruhnya pada Kemajuan Masa Depan pada Masyarakat
- John Fitzgerald Kennedy: Presiden AS yang mendirikan “Program Luar Angkasa Apollo”
- Gregory Goodwin Pincus: Endokrinolog, menemukan pil KB
- Mani (en): Nabi Iran abad ke-3, Pendiri Manicheanisme
- Vladimir Ilyich Lenin (Vladimir Ilyich Ulyanov): Tokoh revolusioner dan pemimpin Rusia
- Kaisar Sui Wen: Menyatukan Tiongkok, pendiri Dinasti Sui
- Vasco da Gama: Navigator, penemu rute pelayaran Eropa ke India
- Raja Cyrus yang Agung: Pendiri kekaisaran Persia
- Tsar Peter yang Agung: Mendekatkan Rusia kepada Eropa
- Mao Zedong (Mao Tse-tung): Bapak Maoisme, komunisme Tiongkok
- Sir Francis Bacon: Filsuf, menggambarkan secara induktif metode ilmiah
- Henry Ford: Pembuat mobil model T
- Meng Tse: Filsuf, pendiri sekolah Konfusianisme
- Zarathustra (Zoroaster): Pendiri Zoroastrianisme
- Ratu Elizabeth I: Ratu Inggris, memperbaiki Gereja Inggris setelah Ratu Mary
- Mikhail Sergeyevich Gorbachev: Perdana Menteri Rusia yang mengakhiri Komunisme di Uni Soviet dan Eropa Timur
- Raja Menes: Menyatukan Mesir Atas dan Mesir Bawah
- Kaisar Charlemagne: Kaisar Romawi Suci
- Homer: Penyair epik
- Kaisar Justinianus I: Kaisar Romawi, menaklukkan kembali kekaisaran Mediterania
- Mahavira: Pendiri Jainisme
TOKOH-TOKOH TERHORMAT
- St. Thomas Aquinas: Filsuf Kristen awal yang berpengaruh
- Archimedes: Matematikawan dan insinyur besar Yunani kuno
- Charles Babbage: Matematikawan dan penemu pelopor Komputer
- Kaisar Khufu (Cheops): Pembangun Piramida Besar
- Marie Curie: Fisikawan penemu radioaktif
- Benjamin Franklin: Politikus Amerika dan penemu penangkal petir
- Mohandas Karamchand Gandhi: Pemimpin India dan pembaharu Hindu
- Abraham Lincoln: Presiden ke-16 AS, memimpin selama Perang Sipil AS
- Ferdinand Magellan: Navigator, memberi nama Samudra Pasifik, pertama kali mengelilingi dunia
- Leonardo da Vinci: Seniman, penemu
Selasa, 01 Juni 2010
Cara Belajar Efektif
Langkah-langkah belajar efektif adalah mengetahui- diri sendiri
- kemampuan belajar anda
- proces yang berhasil anda gunakan, dan dibutuhkan
- minat, dan pengetahuan atas mata pelajaran anda inginkan
Anda mungkin belajar fisika dengan mudah tetapi tidak bisa belajar tenis, atau sebaliknya. Belajar apapun, adalah proces untuk mencapai tahap-tahap tertentu.
Empat langkah untuk belajar.
Mulai dengan cetak halaman ini dan jawab pertanyan-pertanyaannya. Lalu rencanakan strategi anda dari jawaban-jawabanmu, dan dengan "Pedoman Belajar" yang lain.
| Mulai dengan masa lalu | Apakah pengalaman anda tentang cara belajar? Apakah anda What was your experience about how you learn? Did you
Apa kebiasaan belajar anda? Bagaimana tersusunnya? Yang mana terbaik? terburuk? Bagaimana anda berkomunikasi dengan apa yang anda ketahui belajar paling baik? Melalui ujian tertulis, naskah, atau wawancara? |
| Teruskanke masa sekarang | Berminatkah anda? Berapa banyak waktu saya ingin gunakan untuk belajar? Apa yang bersaing dengan perhatian saya? Apakah keadaannya benar untuk meraih sukses? Apa yang mempengaruhi pembaktian anda terhadap pelajaran ini? Apakah saya punya rencana? Apakah rencanaku mempertimbangkan pengalaman dan gaya belajar anda? |
| Pertimbangkan proses, persoalan utama | Apa judulnya? Apa kunci kata yang menyolok? Apakah saya mengerti? Apakah yang telah saya ketahui? Sumber-sumber dan informasi yang mana bisa membantu saya? Sewaktu saya belajar, apakah saya tanya diri sendiri jika saya mengerti? Apakah saya berhenti dan meringkas? Apakah saya membutuhkan waktu untuk berpikir dan kembali lagi? |
| Buat review | Apakah kerjaan saya benar? Apakah bisa saya kerjakan lebih baik? Apakah rencana saya serupa dengan "diri sendiri"? Apakah saya memilih kondisi yang benar? Apakah anda sukses? |
Halaman ini digambarkan dari "metacognition", istilah yang diciptakan oleh Flavell (1976), dan disampaikan oleh banyak orang. Sumber-sumber tambahan telah dikembangkan oleh SNOW (Special Needs Opportunity Windows), suatu project yang menargetkan pada pendidik-pendidik bantuan.
Jumat, 23 April 2010
Pentingnya Pendidikan

Pendidikan adalah yang utama dan terutama di dalam kehidupan era masa sekarang ini. Sejauh kita memandang maka harus sejauh itulah kita harus memperlengkapi diri kita dengan berbagai pendidikan. Kita jangan salah memahami bahwa pendidikan diperoleh dengan cara menempuh jalur formal saja, dengan cara datang, duduk, mendengar dan selanjutnya hingga akan memperoleh penghargaan dari test yang sudah dilewati. Umumnya yang kerap kita dengar yaitu:
LONG LIFE EDUCATION
Pendidikan dapat diperoleh dengan berbagai cara terlebih lagi semakin mendukungnya perkembangan alat-alat elektronika sekarang ini. Dengan mudah kita beroleh informasi tentang perkembangan zaman baik dari belahan bumi barat terlebih lagi dari negara tetangga.
Ilmu pengetahuan, keterampilan, pendidikan merupakan unsur dasar yang menentukan kecekatan seseorang berpikir tentang dirinya dan lingkungannya. Seseorang yang mampu mengubah dirinya menjadi lebih baik diharapkan mampu mengubah keluarganya, kelak mengubah daerahnya dan kemudian mengubah negaranya serta mengubah dunia dimana dia hidup. Seperti puisi seorang suster yang sangat mengharapkan terciptanya kedamaian di muka bumi ini. Seseorang memiliki eksistensi tentang arti penting dirinya dan kehidupan yang diberikan Tuhan bagi dia dan sangat disayangkan jika itu berbuah dalam kesiasiaan.
Jika kita melirik sebentar ke negara-negara di Barat, mereka memberi perhatian penting terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan dan keterampilan sebab hal itu bagi mereka merupakan asset, modal utama untuk boleh andil bersaing dengan yang lain.
Misalnya saja, negara USA dengan penemuan-penemuan baru di bidang IPTEK, yang dapat dijadikan sebagai "nilai jual" ke negara lain tanpa menghilangkan keoriginalan penemuan awal yang mereka lakukan. Mereka tidak segan-segan harus mengeluarkan berjuta dolar untuk merealisasikan penemuan mereka.
Kita sebagai warga negara Indonesia tidak menuntut seperti itu di negara kita sebab melihat kondisi pendidikan masih jauh perlu pembenahan di berbagai bidang pendidikan. Sekalipun demikian realitanya, bukan berarti kita hanya berpangku tangan saja dan menonton berharap dari negara lain yang akhirnya di era free trade ini kita tidak lagi mampu maju untuk memberdayakan diri agar layak bersaing dan layak jual. Kita boleh bermimpi tapi hati-hati jangan menjadi pemimpi.
Secara ruang lingkup yang sempit di kawasan Negara kita sendiri masih ada yang tertinggal, tidak mampu baca dan tulis. Hal ini merupakan suatu kekhawatiran yang sangat sulit untuk diberantas jika kita masih berkutat pada pemahaman yang primitif atau sedikit lebih maju namun sekedar tekhnis saja.
Memandang keluar dan melihat keterbukaan dalam dunia globalisasi, menjadikan peranan pendidikan sangat vital untuk jadi penentu sebab dunia pendidikan mampu memotivasi terciptanya tekhnologi yang bisa diadaptasi, diimitasi bahkan disebarkan dengan cara yang cepat dan mudah. Yang kemudian hal tersebut dapat mendukung laju perkembangan suatu Negara.
Saat ini kita ditantang untuk belajar dan belajar sebab semakin kita tahu justru semakin banyak yang kita tidak tahu. Perkembangan bukan hitungan hari tetapi sudah bertolak ukur dengan hitungan detik. Dari waktu detik ke detik berikutnya sudah menghasilkan berbagai daya kreasi penemuan-penemuan di berbagai bidang. Mengingat hal itu, maka mari kita memanfaatkan kesempatan yang tersedia, bukan kesempatan yang memanfaatkan kita. Sebab saat ini telah dinyatakan dalam prakteknya bahwa manusia adalah subyeknya dan kualitasnya adalah kunci, bukan soal kuantitas lagi.
Kata bijak dari seorang berkebangsaan China yang menyatakan:
Give a man a fish
And you will feed him for a meal
But
Teach a man how to fish
And you will feed him for life
Kata bijak yang sangat menggugah kita yang mempunyai arti "berikan pada seseorang seekor ikan maka kamu memberi dia hanya sekali makan tapi ajarilah seseorang untuk memancing maka kamu telah memberi dia makan seumur hidupnya." Suatu ungkapan yang boleh diberi acungan jempol. Dalam ungkapan itu tersimpan makna yang ingin disampaikan adalah manusiakan manusia agar ia menjadi manusia, berdayakan, didik, latih, beri keterampilan agar kelak dia yang memberdayakan dan bertanggungjawab pada dirinya, kehidupannya serta masa depannya.
Kaum muda adalah pemegang kunci di setiap daerah, pemuda adalah penerus bangsa. Adalah realita yang harus kita akui bahwa pemuda-pemuda bangsa kita, sebelum maju bersaing sudah hampir kalah bersaing, tetapi tidak ada kata terlambat, sekarang juga mari semua kita perlengkapi anak-anak, diri kita untuk menjadi manusia-manusia kunci sebagai langkah menuju manusia yang siap pakai dan mempunyai daya kreatif tinggi serta bernilai jual yang layak di dunia Internasional. Tidak mudah tapi kita mampu. Mari kita buktikan kepada dunia bahwa kita sebagai anak bangsa sanggup berkreasi di kancah dunia.
